Selain mengupayakan dukungan udara, Kapolda berkoordinasi dengan Wakil Bupati Karanganyar, BNPB, dan BMKG untuk membahas langkah penanganan yang lebih luas. Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat bencana agar penanganan dapat dikoordinasikan secara lebih terpadu sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Kapolda mengatakan, kemungkinan modifikasi cuaca turut dibahas bersama BMKG sebagai salah satu opsi untuk membantu mengatasi kondisi kemarau panjang dan angin kencang yang menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.
“Anginnya cukup besar, antara lain disampaikan kita akan melakukan modifikasi cuaca. Tapi sangat tergantung dengan hasil penilaian dari teman-teman BMKG, bagaimana caranya untuk membuat status daripada modifikasi cuaca itu sendiri,” ungkapnya.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jateng dan Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, hadir pula Wakil Bupati Karanganyar, unsur Perum Perhutani, BPBD, Basarnas, TNI, serta relawan gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla.Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan pada hari itu, Polres Karanganyar mengerahkan personel dari fungsi Samapta dan Satuan Brimob untuk mendukung upaya pemadaman bersama unsur TNI, BPBD, dan relawan.
Editor : RedakturSumber : Team