Persoalan ini menghadirkan pertanyaan yang tidak boleh dianggap sepele: di mana keberpihakan pembangunan ketika masyarakat harus berswadaya memperbaiki akses jalan mereka sendiri?
Warga tidak sedang meminta kemewahan. Mereka hanya menginginkan jalan yang layak, yang dapat digunakan tanpa harus terus-menerus dibebani persoalan infrastruktur.
Karena itu, pemerintah seharusnya menjadikan swadaya warga sebagai alarm untuk mengevaluasi pelayanan publik, bukan sebagai pembenaran bahwa masyarakat mampu menyelesaikan semuanya sendiri.
Jika masyarakat masih harus urunan membeli material dan turun langsung mengerjakan jalan, sudah sepantasnya pemerintah mengevaluasi apakah kebutuhan dasar warga telah ditempatkan pada prioritas yang semestinya.
Editor : RedakturSumber : Team