Generasi Emas: Generasi Cemas

Foto Agung Riano S.Ap

Bukan hilang dalam "semalam". Tapi ini. Memudar setiap kali azan lebih mudah diabaikan, daripada _notifikasi HP.

Memudar setiap kali jari lebih rajin menggulir layar, daripada membuka mushaf. Memudar setiap kali hati lebih takut kehilangan koneksi internet, daripada kehilangan hubungan dengan Allah SWT.

Begitu dahsyatnya serangan pemikiran (_ghazwul fikr_) yang melanda Gen-Z.

Padahal, besar harapan ada di pundak mereka, 10-20 tahun kedepan ditentukan oleh mereka saat ini. Sebagaimana mereka adalah generasi yang terlahir sebagai generasi emas (peradaban Islam), bukan generasi cemas.

Terakhir, mungkin tidak pernah berniat menjual agama. Tetapi, bila dunia selalu didahulukan, sementara Allah terus ditunda, bukankah itu pertanda bahwa hati sedang bergeser kiblatnya?

Bagikan

Opini lainnya
Terkini