Ia menyampaikan rencananya akan menyurat ke Polda Maluku agar dapat menghadirkan personel di pasar Mardika untuk menjaga keamanan."Jadi kami juga berencana akan bersurat kepada Polda Maluku untuk menghadirkan personel pengamanan," ucapnya.
Senada dengan Rudi, pedagang lainnya juga berharap yang sama agar persoalan pencopetan dapat segera dituntaskan."Pak Irwasda kami juga mau mengatakan bahwa hingga saat ini kalau ada pencurian dan kita tangkap pelaku dan serahkan ke Polisi tapi hanya beberapa saat yang bersangkutan sudah bebas kembali, padahal ini adalah tindak pidana sehingga kami sangat heran apakah ada polisi di level bawa yang bermain karena para tersangka ini kadang berkata kepada kami silahkan kalian lapor tidak masalah karena kantor polisi adalah rumah kita juga," ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Irwasda Maluku Jannus Siregar berjanji akan menindaklanjuti persoalan itu. Pihaknya juga akan melakukan formasi dan langkah baru dalam penyelesaian masalah kriminalitas di pasar Mardika."Dalam waktu dekat kami akan mendirikan Pos pengamanan dengan harapan personel yang ditugaskan bukan untuk menyusahkan masyarakat tapi membantu masyarakat khususnya pedangan yang beraktifitas di pasar Mardika," tegasnya.
Siregar berharap ke depan ada kerja sama yang baik antara IPPMA dengan pihak kepolisian."Bapak ibu semua bisa selalu memberikan informasi terkait permasalahan yang terjadi di pasar Mardika," pintanya.Sementara itu, Wakapolresta Ambon Heri Budianto, mewakili Kapolresta juga berjanji akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait tentang pendirian Pos pengamanan."Kami akan segera berkoordinasi dengan penjabat Walikota dan akan segera mendirikan Pos yang isinya mungkin dari kami Polri bersama Pol Pp dan dinas terkait untuk kelancaran pelaksanaan pengamanan di pasar Mardika," ungkapnya.
Editor : Investigasi Mabes