Ada Bayi Pohon Avatar di Tol IKN Catatan Egy Massadiah

Ada Bayi Pohon Avatar di Tol IKN  Catatan Egy Massadiah
Ada Bayi Pohon Avatar di Tol IKN Catatan Egy Massadiah

Konvoi truk pengangkut bibit pohon itu tiba di Seksi 3B Tol IKN tanggal 11 Mei 2023. “Alhamdulillah, lebih 90 persen bibit pohon selamat,” ujar Dedi, lega.Teramat panjang jalan yang mereka lalui. Ini bukan sekadar bentang jarak 1.400 kilometer antara Surabaya dan Balikpapan. Ini tentang kisah yang dialami tim pengirim bibit pohon tadi. “Kesimpulannya, jauh lebih mudah memindahkan 'ribuan' manusia daripada memindahkan 'puluhan' pohon,” ujar Kolonel Roedi, menambahkan.

Atas nama kehati-hatian, serta semangat memperlakukan bibit-bibit pohon laiknya bayi, maka perjalanan menjadi tidak sederhana. Truk hanya jalan malam hari, menghindari matahari. Sementara di siang hari, ketika matahari mulai menyengat, mereka akan berhenti di rest area dan mencari lokasi yang relatif teduh.Untuk menjaga semangat dan kekompakan, maka hampir setiap hari dilakukan apel layaknya dunia militer. Kebetulan, dalam iring-iringan truk pengangkut bibit pohon tadi, terdapat 13 unit truk tentara.

Saat prosesi pemindahan, mengalir dukungan dari 90 personil dari Kodam Jaya, 39 personil unsur Kodam III/Siliwangi. Setidaknya ada 30 personil Kodam V/Brawijaya bergabung saat menjelang penyeberangan laut, hingga disambut seratusan personil dukungan dari Kodam Mulawarman.*Treatment ala Jajang*

Nama Jajang, beberapa kali disebut dan dipanggil Doni Monardo, saat meninjau lokasi nursery. Rupanya, lelaki 50 tahun ini terbilang sosok sentral dalam keberhasilan pengiriman puluhan ribu bibit pohon ke IKN. Ia juga bukan orang baru. “Saya ikut pak Doni sejak tahun 2010, saat beliau Danrem di Bogor,” kata lelaki bernama lengkap Jajang Nurjaman, itu.Problem krusial yang mengemuka terkait “bagaimana bibit pohon bisa hidup dalam perjalanan yang begitu panjang”. Di situlah Jajang yang sudah berpengalaman mengangkut dan menanam pohon dari Sabang sampai Merauke, bahkan hingga Timor Leste itu, memberanikan diri menyampaikan usul.

“Saya usul agar sebelum dinaikkan truk, ada treatment khusus. Usulan saya diberi vitamin B1 dan atonik. Usulan saya diterima. Jadi sayalah yang kemudian harus bertanggung jawab memberi B1 dan atonik kepada semua bibit,” ujar ayah tiga orang anak ini.Untuk diketahui, atonik adalah zat pengatur tumbuh (ZPT) tanaman berbentuk cairan. Biasanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit. Lalu, Vitamin B1 dikenal sebagai pelancar proses metabolisme yang terjadi pada tanaman.

“Dengan memberi atonik dan B1 tidak perlu lagi ada penyiraman sepanjang perjalanan. Tapi saya minta syarat lagi. Karena ternyata semua truk tronton itu daknya besi. Pasti panas. Saya minta di bagian terbawah diberi alas gedebog batang pisang. Kemudian di atasnya juga diberi hamparan daun pisang,” kata Jajang pula.Ditanya pengalaman yang paling berkesan selama perjalanan, Jajang hanya nyengir, “Nggak ada tempat buat tidur karena saking penuhnya. Jadinya ya tidur di geladak.” Artinya, Jajang dan team lebih mengutamakan memberi ruang kepada pohon ketimbang dirinya.

*Apresiasi Mitra*Di lokasi nursery itu pula, hadir perwakilan dari MIND ID dan Indika Energy sebagai mitra.

MIND ID, Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk.“Semua perusahaan tambang pasti dalam aktivitasnya mengupas kulit bumi. Maka, program penanaman pohon ini adalah salah satu bentuk kompensasi perusahaan kepada bumi kita. Demikian pula Indika Energy,” ujar Doni.

Binahidra Logiardi Kadiv CSR MIND ID menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi tim satgas bibit pohon untuk IKN.“Kami dari MIND ID sangat mendukung, dan tetap komit untuk program yang sangat baik ini,” katanya.

Sementara, dari Indika Energy, tampak hadir Faef Kartika dan Diky. Kartika juga menyampaikan apresiasinya kepada PPAD dan para petugas yang telah mendedikasikan diri bagi keberhasilan program ini.MIND ID dan Indika Energy menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kegiatan tersebut, mulai dari pengiriman bibit, perawatan, dan penanaman.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini