Polemik, Ketidak Senada,Sewarna Saat Upacara Di Karena Peraturan Perihal Seragam

Polemik, Ketidak Senada,Sewarna Saat Upacara Di Karena Peraturan Perihal Seragam
Polemik, Ketidak Senada,Sewarna Saat Upacara Di Karena Peraturan Perihal Seragam

InvestigasiMabes.com | Tulungagung - Pakaian seragam nasional (putih abu-abu) adalah pakaian yang dikenakan pada hari belajar oleh peserta didik di sekolah, di tambah dengan Almamater dan nama dada mewujudkan dari mana siswa siswi bersekolah.Warna putih abu-abu pada tingkat pelajar menengah atas memiliki arti tenang dan dewasa. Hal ini cocok karena usia siswa SMA lebih matang, jadi seharusnya mereka dapat bersikap lebih bijak dibanding siswa tingkat SD dan SMP.(11/09/23)Namun lain cerita didalam beberapa sekolah SMA/SMK yang ada di Tulungagung, tidak sedikit yang masih memakai seragam SMP/MTs atau butih bercelana hitam bahkan ada yang masih memakai Pramuka Saat Upacara hari senin.

Singkat cerita awak Media penanyakan kepada salah satu siswa,akan kenapa memakai seragam SMP/atau putih hitam,? menurutnya kedua orang tuanya balum bisa membelikannya karena beli kain di luar komperasi sekolah mahal belum angkos menjaitnya dan kwalitas kain belum tentu bagus,"terangnya.Lanjutkan awak media menanyakan apa tidak minder saat sekolah walau memakai pakaian yang tidak sama,"Terus terang pak saya juga minder dari teman saya ada yang sudah memakai seragam lengkap dengan atributnya, namun saya dan teman teman banyak kok pak yang masih memakai seragam SMP/putih hitam,"tambahnya.

Team investigasi pun juga menanyakan kepada salah satu kepala sekolah perihal seragam," ya begini mas suasana upacara hari Senin tidak serentak dengan warna seragam putih abu-abu, bagaimana lagi kita juga harus mentaati akan peraturan yang sekarang berlaku,"jawab salah satu kepala sekolah.Awak Mediapun menayangkan juga kepada salah satu walimurid ketika menjemput anaknya disekolah,saat itu anaknya pun belum memakai seragam sekolah dan atribut sekolah dia saat ini.

"Jadi gimana ya mas saya belum bisa belikan seragam anak saya, dikarenakan jika beli di luar koperasi sekolah harus kess dan biaya menjahitkannya pun tidak murah, kwalitas kain yang bagus pun harganya malah,"jelasnya."Coba kita hitung mas kain Puti dan celana abu abu belum yang Pramuka dan stelan almamater, itu jika di total harga kain dan menjahitnya mahal mass, dan juga tidak bisa di angsur,"terangnya.

"jika beli di koperasi sekolahkan bisa di angsur selama anak saya sekolah, itu dulu kakaknya anak saya ini seperti itu lebih ringan beli di sekolah,bahkan kwalitasnya bagus awet selam 3tahun pembelajaran bahkan bisa diwariskan,"tambahnya.Seakan masih jadi polemik perihal seragam ini yang simpang siur dalam peraturan, namun aturan harus dijalankan dengan sungguh sungguh, sesuai dengan mandatnya.(team FT2)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini