Adanya Aduan Warga Terkait Dugaan Pekerjaan Proyek Pemdes Jugo Yang Tidak Sesuai Spekfikasi Warga Berharap APH Turun Tangan

Adanya Aduan Warga Terkait Dugaan Pekerjaan Proyek Pemdes Jugo Yang Tidak Sesuai Spekfikasi Warga Berharap APH Turun Tangan
Adanya Aduan Warga Terkait Dugaan Pekerjaan Proyek Pemdes Jugo Yang Tidak Sesuai Spekfikasi Warga Berharap APH Turun Tangan

Investigasimabes.com  | Jepara - Terjadi kembali ditemukan dugaan penyelewengan bantuan Dana Anggaran Banprov diperuntukan pembangunan sarana perasarana rehabilitasi talut senderan jalan tersebut, warga berharap Aparat Penegak Hukum ( APH ) turun tangan, pembangunan ini tepatnya dilingkungan RT 01/01 Dukuh Krajan Desa Jugo Kecamatan Donoroojo Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Selasa, 17/10/2023. 

Terkait hal ini warga bersama LSM di dampingi awak media yang dua hari melakukan investigasi medalami aduan warga hal dugaan pembangunan atau rehabilitasi senderan talut jalan yang terpampang papan informasi kegiatan yang dilakukan Pemeritah Kabupaten Jepara. Kecamatan Donorojo Desa Jugo, alokasi sumber Dana anggaran Banprov TA 2023, volume panjang 76 M L 03 M dan Tinggi 4 M dengan total anggaran 200.000 ( Dua ratus juta rupiah ) lokasi RT 01/01 dukuh Krajan, Tim Pelaksana Kegitan ( TPK ) Desa Jugo tersebut. Setelah di dalami dua hari oleh awak media bersama LSM Alian Indonesia, pekerjaan proyek ditemukan adanya dugaan kejanggalan yakni matrial memakai pasir kali, dicampur abu batu, dan pekerjaan tidak sesuai Rancangan Anggaran Belaja ( RAB ).

Ketua DPD Aliansi Indonesia, dan awak media yang wawancara dilokasi mengatakan bahwa menurut keterangan perencana kepada tim yang dilokasi pembangunan rehabilitasi talut sedaran jalan dan lainnya disebut, dana bantuan pemerintah provinsi jawa –Tengah (BANPROV ) itu, memang terpasang papan informasi kegiatan proyek Namun cara pengerjaanya benar benar tidak memenuhi spek setandar sesuai volume, pasir Sungai yang di campur abu batu juga Pasir sungai yang di tumpuk pasir Muntilan juga pengecoran rabat beton di lakukan adukan matrial manual, dikerjakan bukan memakai molend."tuturnya. 

Adanya pemberitaan dimedia online Camat yang diwakili sekcam Donorojo melakukan monetoring bersama setap lainnya, dilapangan dimana lokasi kegitan pembangunan yang diduga tidak sesaui spekfikasi dan matrial yang tidak sesuai RAB, pekerjaan asal jadi tersebut.Sekcam Donorojo dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihak Kec sebagai binaan kepada Desa" dan hasil pertemuan dari media jg lembaga investigasi BPAN akan di padukan kepada pimpinan. Dan hasilnya juga nanti di sampekan kepada tiem media juga Aliansi Indonesia." Ucap Sekcem Donorojo.

 Awak media yang medampingi dilapangan menambahkan bahwa kejadian hal ini tidak terus menerus dan pembangunan berjalan lancar dan sesuai perencanaan awal dan betul - betul bermanfaat untuk kesejahtraan warga, maka warga berharap kasus dugaan pencelewengan ini dibawa keranah penegak hukum, dan hasil pekerjaan berkualitas tidak asal jadi." Tandasnya.

 Warga yang tidak mau disebut namanya ini mengungkapkan bahwa Desa nya setiap tahun mendapatkan alokasi dana anggaran Dana Desa ( DD) , Alokasi Dana Desa ( ADD ) dan Bankeu Kab. dan Banprov melainkan dana aset Desa PAD, yang selama ini pengelolaan anggaran kegiatan pembangunan tidak transparan.

 Kami wong cilik melihat anggaran sebesar itu kok hanya buat pembanguan kayak gitu, matrialnya tidak sesuai, kami mewakili warga masyarakat memohon kepada LSM atau media yang bisa membantu untuk dilaporkan kasus perkara dugaan penyelewegan ini ke pihak yang berwajib untuk melakukan audit." Pungkasnya.

 Berita ini ditayangan pihak petinggi dikonfimasi,klarifikasi sambungan chate whatshapp oleh awak media belum memberikan jawaban dan tanggapan.

( Red Tim )

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini