Ancaman Banjir Mengintai Pusat Kota Banyuwangi: Kalibendo Dibabat, Alam Terabaikan

Foto Investigasi Mabes
module: NormalModule; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Auto; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 144.0;InvestigasiMabes.comInvestigasiMabes.com
module: NormalModule; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 144.0;InvestigasiMabes.comInvestigasiMabes.com

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi – Ancaman banjir besar membayangi pusat kota Banyuwangi seiring dengan datangnya musim hujan. Penyebab utama kekhawatiran ini adalah pembabatan besar-besaran terhadap pohon karet, cengkeh, dan kopi di kawasan Perkebunan Kalibendo, yang selama ini menjadi pelindung alam dari bencana alam. 

Penggundulan yang dilakukan oleh pihak perkebunan menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga dan aktivis lingkungan. Pohon-pohon yang berperan sebagai penyerap air alami kini lenyap, memperbesar risiko banjir yang akan mengancam masyarakat di wilayah perkotaan. Hilangnya pohon ini berarti hilangnya kemampuan tanah untuk menahan curah hujan yang tinggi, dan air hujan yang seharusnya meresap akan langsung mengalir menuju pemukiman penduduk.[caption id="attachment_56714" align="alignnone" width="2560"] InvestigasiMabes.com[/caption]

Seorang warga "Jhon Alma'arif" yang tinggal di kawasan pusat kota, mengatakan, “Jika pembabatan ini terus dilakukan tanpa perencanaan yang matang, kami yang di kota akan merasakan dampaknya. Tanah tidak akan mampu menahan air hujan dan banjir pasti akan datang. Kami yang akan menanggung kerusakannya.” 

Aktivis lingkungan dari Lembaga Pemberdayaan dan Kreativitas Masyarakat Indonesia (LPKMI) juga turut angkat bicara, mengkritisi tindakan pihak perkebunan yang dianggap mengabaikan dampak lingkungan jangka panjang. “Pohon-pohon di Perkebunan Kalibendo berfungsi sebagai benteng alam terhadap banjir dan erosi. Ketika benteng ini dihancurkan demi kepentingan ekonomi jangka pendek, maka kita harus bersiap menghadapi bencana yang tak terhindarkan," ujar salah satu perwakilan LPKMI.[caption id="attachment_56715" align="alignnone" width="2560"] InvestigasiMabes.com[/caption]

Sayangnya, pihak perkebunan susah untuk di temui dan belum memberikan penjelasan transparan terkait alasan pembabatan pohon secara masif ini. Tidak ada kajian dampak lingkungan yang disampaikan kepada publik, menimbulkan keresahan lebih lanjut di kalangan masyarakat yang mulai merasakan perubahan ekosistem di wilayah mereka. 

Musim hujan yang semakin dekat menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah Banyuwangi dalam mengambil langkah pencegahan yang cepat dan tepat. Tanpa ada upaya reboisasi atau langkah mitigasi yang jelas, bencana banjir hanya tinggal menunggu waktu. 

Masyarakat Banyuwangi berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menginvestigasi lebih dalam terkait penebangan di Kalibendo, serta memastikan bahwa keseimbangan alam tetap terjaga demi mencegah terjadinya banjir yang dapat menelan korban jiwa dan kerugian material di pusat kota.( Red )

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini