Proyek Pembangunan Swakelola Fisik Bidang SMA Pagu Anggaran 3 Milyar Diduga Bermasalah

Foto Investigasi Mabes
Proyek Pembangunan Swakelola Fisik Bidang SMA Pagu Anggaran 3 Milyar Diduga Bermasalah
Proyek Pembangunan Swakelola Fisik Bidang SMA Pagu Anggaran 3 Milyar Diduga Bermasalah

5. Pembangunan Ruang Perpustakaan dengan anggaran sebesar Rp. 437.172.250,-6. Pembangunan Ruang Bimbingan Konseling dengan anggaran sebesar Rp. 155.152.650,-

7. Pembangunan Ruang Laboratorium Fisika dengan anggaran sebesar Rp. 615.066.610,- 

Menjawab sejumlah pertanyaan rekan-rekan tim awak media yang dilontarkan kepada Kepsek berkaitan dengan adanya temuan pada bagian dinding yang retak-retak, dan coran tiang yang tidak menyatu dengan dinding dianggap tidak memiliki kekuatan. 

Termasuk juga pertanyaan wartawan tentang pembelanjaan bahan dan peralatan, soal penggunaan semen merah putih, bahan atap rangka baja, pembesian, keramik, dan juga soal upah tukang dan permintaan untuk diperlihatkan RAB untuk mencocokkan informasi yang diperoleh dari Pak Kepsek. 

Dalam keterangan klarifikasi Pak Kepsek di hadapan sejumlah awak media juga membenarkan keterangan Kepala Tukang, "Proyek Swakelola ini memang kepada saya tanggungjawabnya selaku Kepala Sekolah, Tukang melaksanakan pekerjaan sesuai gambar kerja dan apa yang diperintahkan," jelas Syaipudin. 

Mengenai dinding yang retak, "Itu bukan retak, tapi waktu plester kurang air dan mengenai coran tiang memang itu bermasalah kemarin dan akan diperbaiki saat finishing," jelas Kepsek 

Kepsek Syaipudin juga mengemukakan soal upah, "Untuk upah, dari dana DAK dibayarkan kepada Kepala Tukang Rp.170.000,- perhari, Mandor Rp. 150.000,- perhari, dan Pekerja Rp. 120.000,- perharinya. Namun saat ditanyakan Mandor-nya siapa dan kenapa Mandor tidak bekerja, Kepsek terdiam tidak menjawab. 

Randa dari tim media menimpali, "Barangkali inilah akibatnya Pak Kepsek, dikarenakan Mandor yang tidak bekerja alias makan gaji buto, berdampak kepada hasil pekerjaan, kacau jadinyo, proyek pembangunan Swakelola ini jadi minim pengawasan," cecarnya kepada Kepsek. 

Soal semen yang digunakan menurut Kepsek tidak ada disebutkan merk-nya dalam RAB, "Kita gunakan semen merah putih, di dalam RAB tidak ada disebutkan," terangnya. 

Permintaan terakhir tim media untuk diperlihatkan RAB tidak bisa dipenuhi oleh Kepsek Syaipudin dengan alasan RAB dibawa oleh Sekretaris yang sedang mengikuti acara pelantihan di hotel Ratu. 

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini