Tim media sudah mencoba untuk berkomunikasi dengan Bu Herlina selaku Sekretaris, Dia membenarkan membawa RAB tersebut namun ketika diajak untuk bertemu lewat chat whatsappnya Bu Herlina mengatakan "Tidak bisa," ditelpon tidak diangkat.
Mengendus temuan beberapa kejanggalan saat investigasi lapangan dan klarifikasi dari Kepsek Syaipudin atas proyek pembangunan Swakelola pada SMA Negeri 14 Kota Jambi, Ketua Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan geram dan berang.
"Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Kota Jambi Sdr. Syaipudin harus bertanggungjawab atas proyek tersebut yang dikerjakan asal jadi dan syarat mencari keuntungan," ucap Husnan.
"Seenaknya menghamburkan uang negara berkedok membayar upah Mandor, padahal Mandor tidak bekerja alias fiktif," ujar Husnan sedikit kesal.
"Proyek ini dikerjakan selama 205 hari kerja x 7 x 150.000,-. Jika kita coba hitung, totalnya udah lebih 200 juta Pak Kepsek, belum lagi bahan-bahan yang digunakan, semen merah putih adalah semen murah dan kualitasnya di bawah standar," ungkap Husnan."Terakhir soal RAB, kenapa harus bertele-tele, sampe dibawa-bawa Bu Sekretaris ke hotel Ratu, apa urusan Bu Sekretaris dengan RAB tersebut, ini ada apa sebenarnya ?," tanya Husnan kesal.
Di tempat dan waktu terpisah, Ketua Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) mengatakan akan mengangkat persoalan Proyek Swakelola SMA Negeri 14 Kota Jambi.
"AMUK dalam waktu dekat akan segera melayangkan surat aksi unjuk rasa ke Polresta menyuarakan permasalahan tersebut ke Kadisdik dan Inspektorat, bila perlu akan melaporkannya kepada Aparatur Penegak Hukum," tutupnya.
Editor : Investigasi Mabes