Selain kerusakan jalan, debu batubara juga menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Debu beterbangan dan mencemari udara, mengancam kesehatan, gangguan pernapasan, iritasi mata, dan masalah kesehatan lainnya. Anak-anak hingga orang dewasa rentan terkena penyakit akibat polusi debu batubara.
Baca juga: Polsek Mandau Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Desa Bhatin Betuah Kec Mandau.
Pemerintah Daerah 'Tutup Mata': Ada Apa di Balik Layar?
ironisnya, pemerintah daerah Jambi terkesan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat.
Penegakan aturan terkait tonase dan jam operasional truk batubara di jalan raya nyaris tidak ada. Muncul dugaan kuat adanya kongkalikong antara pengusaha batubara dan oknum pemerintah daerah."Tidak mungkin pemerintah tidak tahu masalah ini. Pasti ada sesuatu di balik ini. Kami menduga ada bagi-bagi keuntungan antara pengusaha dan pejabat" ungkap seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim buru berita