“Saya ditekan secara psikologis, seperti disalahkan atas berita yang bahkan bukan saya buat,” ucapnya.
Baca juga: Gerakan Awal Tahun 2026, DPW Komando HAM Kepri Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh Tamiang
Azwar juga mengungkapkan bahwa dalam proses mediasi tersebut, dirinya direkam dalam siaran langsung di media sosial tanpa izin terlebih dahulu. Ia diminta menyampaikan bahwa berita yang beredar tidak benar dan menyampaikan permintaan maaf.
“Saya ikuti permintaan itu demi menjaga nama baik rumah sakit. Tapi video itu kemudian disebar tanpa menampilkan konteks yang sebenarnya. Wajah saya ditutupi, seolah saya pelaku penyebaran hoaks,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Azwar Anas merasa nama baiknya telah dicemarkan di tengah masyarakat. Ia menuntut agar pihak RSUD Padang Pariaman segera menghapus video yang telah beredar, serta memberikan klarifikasi resmi kepada publik.“Kalau ini tidak ditindaklanjuti, saya akan menempuh jalur hukum. Saya merasa dirugikan, bahkan dihina di hadapan publik,” tegasnya.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim buru berita