Mukhlis juga menekankan pentingnya normalisasi sungai yang terdampak lumpur pasca banjir bandang. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tabah menghadapi cobaan ini.
“Saya meminta kepada masyarakat untuk dapat bersabar, tidak boleh hatinya terlalu lama bersedih atau kecewa. Musibah ini merupakan ujian. Walaupun ada rumah atau harta benda yang hanyut, semua itu adalah titipan dari Allah SWT. Tapi yang patut kita syukuri, Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dari masyarakat Gunung Sari,” ungkap haru Mukhlis Basri.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong-royong dalam proses pemulihan.
“Saya minta kepada masyarakat di sini untuk bahu-membahu, bergotong-royong, tolong-menolong. Harapan saya bukan hanya dari masyarakat di sini saja, tetapi juga desa-desa lain ikut membantu agar kehidupan bisa kembali seperti semula. Mari kita sama-sama berdoa semoga musibah ini yang terakhir dan tidak terulang lagi,” pungkasnya.Selain meninjau lokasi banjir bandang di Pekon Banding Agung, rombongan juga melanjutkan kunjungan ke Pemangku Sidomukti, Pekon Bandar Agung, Kecamatan BNS, yang terdampak longsor.
Editor : RedakturSumber : Team