Tim yang mengecek lokasi menilai kerusakan tersebut tidak dapat dianggap sepele. Selain itu, mereka melihat beberapa indikasi kuat bahwa pengerjaan proyek tidak mengikuti spesifikasi teknis konstruksi beton.
Baca juga: MTQ Tingkat Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 Berjalan Lancar dan Meriah, Dihadiri Ribuan Masyarakat
Pertama, bagian rabat beton tampak menggantung atau floating slab. Bagian di bawah beton terlihat berongga tanpa agregat padat sebagai struktur wajib. Kondisi ini masuk kategori fatal dalam pengerjaan rigid pavement.
Kedua, tim melihat lapisan subbase yang tidak sesuai standar. Tanah gembur bercampur batu acak memenuhi dasar rabat. Tidak terlihat agregat kelas A atau B sebagaimana diwajibkan oleh SNI 2847 ataupun Spesifikasi Umum Bina Marga. Akibatnya, beton tidak memperoleh fondasi kokoh.22 November 2025
Ketiga, pelaksana proyek ADI menyebut retakan sebagai cutting joint. Namun bentuknya lebih mirip patahan struktur, terutama pada titik slab yang turun. Editor : RedakturSumber : Team