Bukan Karangan Bunga, Cara Unik Bupati Annisa Rayakan HUT Dharmasraya

Bukan Karangan Bunga, Cara Unik Bupati Annisa Rayakan HUT Dharmasraya
Bukan Karangan Bunga, Cara Unik Bupati Annisa Rayakan HUT Dharmasraya

“Karangan bunga biasanya hanya bertahan beberapa hari dan pada akhirnya menjadi sisa material dekoratif yang tidak lagi termanfaatkan. Bibit tanaman justru tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang, sekaligus memperkuat gerakan penghijauan daerah,” ujar Budi Waluyo.

Dalam surat edaran tersebut, bibit tanaman yang dianjurkan meliputi bibit tanaman buah seperti durian, alpukat, mangga, kelengkeng, dan manggis; tanaman hutan seperti tabebuya, ketapang kencana, mahoni, dan sejenisnya; serta tanaman hias seperti bougenvil, palem, adenium, pucuk merah, dan anggrek.

Bibit yang diserahkan minimal memiliki tinggi satu meter dan ditempatkan dalam pot atau planter bag. Menariknya, kebijakan ini tetap menghidupkan sektor UMKM, meski dengan pendekatan yang berbeda.

Jika sebelumnya peringatan HUT identik dengan pelaku usaha karangan bunga, kini peluang ekonomi justru terbuka bagi UMKM pembibitan, nursery tanaman, petani tanaman hias, kelompok tani, hingga pelaku usaha media tanam lokal.

“Ini bukan mematikan UMKM, tetapi menggeser orientasinya ke arah ekonomi hijau. Permintaan bibit dalam jumlah besar justru menciptakan pasar baru yang lebih berkelanjutan,” jelas Budi Waluyo.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan

Berita Terkait
Terkini