Selain itu, potensi aksi buruh terkait tuntutan pembayaran THR dan isu ketenagakerjaan juga menjadi perhatian, sehingga diperlukan pengamanan dan pengawalan dialog secara humanis agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Aspek kebencanaan turut menjadi fokus pembahasan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia selama Maret 2026. Faktor monsun Asia, MJO, gelombang atmosfer, serta potensi siklon tropis dapat berdampak pada kelancaran transportasi dan aktivitas ibadah masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektoral antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi perhubungan, BMKG, BNPB, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan deteksi dini, pemetaan kerawanan, pola pengamanan berlapis, serta kesiapsiagaan tanggap darurat dapat berjalan optimal.Secara umum, situasi menjelang dan pasca Idul Fitri 1447 H diperkirakan tetap kondusif, namun memiliki potensi eskalasi apabila tidak dikelola secara komprehensif. Dengan penguatan fungsi intelijen, pengamanan preventif dan represif yang proporsional, stabilisasi ekonomi, mitigasi bencana, serta pendekatan humanis kepada seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Ops Ketupat 2026 diharapkan berjalan aman, tertib, dan lancar. (Red).
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim