Poin paling penting yang ingin kami luruskan dan sampaikan secara gamblang di sini adalah: Beliau sama sekali tidak meninggalkan tugas, mengabaikan tanggung jawab, atau lari dari kewajibannya.
Meski sedang sakit, dalam masa pemulihan, dan memiliki jadwal pengobatan yang padat, Kepala Sekolah Giyanto masih berjuang keras menyisihkan waktunya untuk tetap datang ke sekolah. Beliau tetap bertemu dengan rekan guru dan staf, tetap berupaya melayani keperluan administrasi, serta tetap memantau jalannya kegiatan pendidikan agar berjalan kondusif.
Kehadirannya memang tidak setiap hari dan tidak sepanjang waktu kerja, namun selalu ada alokasi waktu yang disisihkan khusus untuk mengurus kepentingan sekolah, siswa, dan masyarakat. Beliau datang, bekerja sekuat tenaga sesuai kemampuan fisik yang dimilikinya saat itu, lalu kembali beristirahat atau melanjutkan jadwal pengobatan, sama sekali bukan menghilang begitu saja tanpa kabar dan alasan.
Kondisi kesehatan inilah yang menjadi jawaban logis dan alasan utama mengapa beliau kerap sulit dihubungi atau lambat merespons pesan maupun telepon masuk. Saat sedang menjalani pengobatan, atau saat kondisi fisik sedang menurun drastis, fokus dan akses komunikasi memang menjadi terbatas dan terganggu.Namun hal itu bukan berarti tidak ada niat untuk melayani atau mengabaikan pekerjaan. Justru, usaha beliau untuk tetap hadir dan mengurus sekolah meski sedang sakit adalah bukti nyata dedikasi dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap amanah negara yang diembannya.
Editor : RedakturSumber : Team