“Penanaman sawit di sempadan sungai itu sudah berlangsung sejak 1993. Sekarang kondisi Sungai Tanglo semakin memprihatinkan,” ujar sumber inisial (IR), warga Dusun Tanglo, kepada wartawan, Selasa (19/5/26).
Menurutnya, kerusakan sungai terlihat jelas mulai dari Dusun Tanglo hingga Dusun Pangkalan Kulim. Selain mengalami penyempitan, sungai juga mengalami pendangkalan dan penurunan kualitas ekosistem perairan.
“Kami melihat sendiri kondisi sungai semakin dangkal, biota air juga banyak yang hilang,” katanya.
IR juga menyebut kondisi serupa terjadi di sejumlah anak Sungai Tanglo yang mengalir dari wilayah Afdeling A, Afdeling B, Afdeling D, dan Afdeling E milik perusahaan.Selain dugaan penanaman sawit di sempadan sungai, PT SLS juga disebut membangun waduk berukuran sekitar tiga hektare di tengah aliran Sungai Tanglo.
Editor : RedakturSumber : Team