Kasus Sambati Menarik Perhatian Publik, Apa Kabar Aparat Penegak Hukum (APH)

Foto Redaktur
Kasus Sambati Menarik Perhatian Publik, Apa Kabar Aparat Penegak Hukum (APH)
Kasus Sambati Menarik Perhatian Publik, Apa Kabar Aparat Penegak Hukum (APH)

InvestigasiMabes.com | Boalemo – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan Hidup Greenleaf Gorontalo menyayangkan sikap Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Boalemo yang tiba-tiba menolak bertemu dengan perwakilan lembaganya dan sejumlah awak media, padahal sebelumnya staf khusus (Sespri) Kapolres telah mempersilakan mereka menunggu di ruang tamu kedinasan. Insiden ini menimbulkan berbagai spekulasi negatif terkait dugaan kedekatan pimpinan kepolisian setempat dengan pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak beroperasi di Desa Sambati, Kecamatan Dulupi.

Kejadian tersebut berlangsung saat rombongan Greenleaf bersama awak media mendatangi Polres Boalemo untuk meminta penjelasan dan kejelasan penanganan terkait aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai semakin merajalela dan merusak lingkungan di wilayah tersebut.

Menurut keterangan Nikmal Abdullah, S.H., selaku perwakilan Perkumpulan Greenleaf Gorontalo, kedatangan mereka diterima dengan baik pada awalnya. Pihak Sespri Kapolres bahkan sudah mengantar dan mempersilakan rombongan menunggu di ruang tamu dinas, seolah pertemuan dengan Kapolres akan segera terlaksana. Namun, harapan itu berubah menjadi kekecewaan mendalam setelah menunggu selama kurang lebih dua jam.

"Kami sudah sekitar dua jam menunggu, namun tiba-tiba Sespri Kapolres menemui kami dan menyampaikan arahan agar kami menemui Kasie Humas saja. Kapolres sendiri tidak bersedia menemui kami," ungkap Nikmal Abdullah dengan nada kecewa, Selasa (25/5).

Penolakan mendadak ini dinilai sangat janggal oleh pihak Greenleaf. Padahal, tujuan kedatangan mereka murni untuk meminta kejelasan langkah penegakan hukum atas aktivitas PETI di Sambati yang menurut pantauan warga dan tim pemantau, beroperasi secara terbuka menggunakan alat berat dan sangat merusak ekosistem sungai serta lahan warga.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan


Berita Terkait
Terkini