Perak ini merupakan bagian dari rangkaian program restorasi gambut di Riau guna memastikan provinsi tersebut bebas dari kabut asap akibat karhutla.
"Mudah-mudahan usaha ditambah dengan doa yang kuat tentunya, mudah-mudahan Tuhan tidak mengizinkan api atau panas itu membakar lahan kita. Sehingga kita bisa bekerja seperti biasa, tidak menimbulkan emisi gas rumah kaca, tidak mengganggu siapapun termasuk mengganggu masyarakat," pungkasnya.
Setelah meninjau lokasi pembangunan sekat kanal, Jumhur dan rombongan menggelar dialog bersama warga untuk belanja masalah di kawasan Pulau Mendol, Kuala Kampar, Riau.(Ng)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim