InvestigasiMabes.com | Duri,19 Juni 2026 - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nasional. Menyadari pentingnya hal tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggelar kegiatan Literasi Digital Media 2026 bersama rekan-rekan jurnalis di Wilayah Operasional North. Bertempat di Hang Nadim Conference Room, Widuri Club PHR, agenda ini memadukan esensi kebugaran fisik, penguatan pemahaman hukum pers, hingga strategi adaptasi teknologi digital guna melahirkan jurnalisme yang profesional.
Kegiatan yang berlangsung semarak ini diawali dengan jalan santai bersama manajemen PHR dan puluhan wartawan. Selain mempromosikan gaya hidup sehat, momen ini menjadi ruang diskusi santai tanpa sekat untuk mempererat keakraban yang selama ini telah terjalin baik demi mendukung penyebaran informasi positif terkait ketahanan energi di Blok Rokan.
Acara tersebut mengangkat materi terkait aspek hukum pers (Legal Awareness) dan adaptasi teknologi (Tech Adaptation). Dalam sesi hukum, wartawan diajak membedah kode etik jurnalisme serta langkah mitigasi risiko peliputan agar terhindar dari sengketa hukum maupun jeratan UU ITE yang dibawakan oleh Mario Abdillah Khair selaku Ahli Pers Dewan Pers. Sementara pada sesi teknologi, para peserta dilatih untuk mengoptimalkan media sosial secara etis guna melakukan riset tren, distribusi informasi, hingga memproduksi konten berita interaktif yang berdaya jangkau luas oleh Eko Faizin dari AJI Pekanbaru.
Pjs. Manager Corporate Communication PHR, Yulia Rintawati, mengatakan bahwa hubungan baik dengan media bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan pilar penting yang ikut menjaga denyut nadi industri migas tanah air."Rekan-rekan media adalah garda terdepan sekaligus mitra strategis PHR dalam menyebarkan edukasi mengenai perjuangan ketahanan energi nasional. Namun, kami juga memahami bahwa tantangan jurnalisme hari ini semakin berat dengan adanya kecerdasan buatan, media sosial, dan dinamika hukum. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PHR untuk tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga ikut berkontribusi meningkatkan kompetensi,” ujar Yulia.
Editor : RedakturSumber : Team