Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti air hujan yang turun perlahan selama bertahun-tahun yangmana ketika hujan pertama turun, banyak yang mengabaikannya, ketika genangan mulai terlihat, tidak banyak yang bergerak, namun saat banjir datang dan menenggelamkan semuanya, barulah banyak orang berdiri paling depan dan mengaku sebagai penyelamat dan yang disayangkan, saat persoalan sudah membesar, baru banyak yang muncul seolah menjadi pahlawan padahal jika benteng adat dibangun sejak awal, mungkin kita tidak akan berada pada situasi seperti sekarang," ungkapnya.
Meski demikian, sebagai anak adat Desa Lermatang, ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap tanah leluhur tidak pernah berkurang sedikit pun. Baginya, tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan warisan sejarah yang diperjuangkan dengan pengorbanan para leluhur. Katanya "sampai hari ini saya tidak pernah melepaskan sejengkal tanah milik saya kepada siapa pun, saya menghormati leluhur yang telah menjaga tanah ini dengan keringat, air mata, bahkan nyawa mereka karena Itu adalah warisan yang tidak boleh dilupakan," tuturnya.
Namun di sisi lain, ia juga mengakui bahwa pembangunan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Kehadiran PSN Blok Masela dinilai memiliki potensi besar untuk membawa perubahan bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan infrastruktur, dan menciptakan peluang ekonomi bagi generasi muda.
Karena itu, ia berharap polemik yang terjadi tidak lagi diarahkan pada upaya saling menyalahkan, melainkan menjadi bahan evaluasi bersama agar perlindungan hak adat dan pembangunan dapat berjalan beriringan. Menurutnya, "Kita bisa menjaga adat tanpa menolak kemajuan, kita bisa menghormati leluhur tanpa memutus harapan anak cucu kita dan yang diperlukan adalah kejujuran melihat masa lalu dan keberanian memperbaiki masa depan," tegasnya.Di tengah dinamika yang berkembang menjelang tahapan penting pembangunan Blok Masela, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap perdebatan mengenai tanah, regulasi, dan investasi, terdapat masyarakat yang berharap hak-haknya dihormati sekaligus menginginkan masa depan yang lebih baik bagi Tanimbar.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim