Teriak atas nama masyarakat Desa Lermatang, Ketua Pemuda mengaku geram

Teriak atas nama masyarakat Desa Lermatang, Ketua Pemuda mengaku geram
Teriak atas nama masyarakat Desa Lermatang, Ketua Pemuda mengaku geram

Investigasimabes.com l Tanimbar - ‎Aksi geruduk Kantor Gubernur Maluku di Kota Ambon dan Kantor Kementerian Kehutanan RI di Jakarta menyisahkan kesan antipati yang menggelitik masyarakat Desa Lermatang.

‎Situasi masyarakat Desa Lermatang yang kondusif disertai berbagai kesibukan menyambut Ground Breaking PSN Blok Masela di wilayah petuanan mereka dikagetkan dengan adanya aksi sekelompok orang di Kota Ambon dan Jakarta yang mengatasnamakan mereka.

‎Ketua Pemuda Desa Lermatang Willem Mahuri Batlayeri yang memiliki kedudukan dalam strata adat dan sosiomasyarakat di Desa Lermatang mengaku pihaknya sangat kaget dan kecewa atas aksi segelintir orang di Kota Ambon dan Jakarta yang tidak dikenal yang mengatasnamakan masyarakat adat Desa Lermatang.

‎"Kami seng kenal orang-orang itu, seng tau orang-orang itu dari mana kok dong bataria atas nama kami, kami kecewa sekali", tegas tokoh muda itu dalam dialek khas Maluku yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan; "kami tidak kenal orang-orang itu, tidak tahu asal-usul orang-orang dari mana kok mereka teriak atas nama kami, kami sangat kecewa".

‎Pengakuan Willem Mahuri Batlayeri sebagai Tokoh Pemuda setempat sejalan dengan masyarakat Desa Lermatang yang mengaku tidak mengenal oknum-oknum yang menggeruduk Kantor Gubernur Maluku di Kota Ambon dan Kantor Kementerian Kehutanan di Jakarta saat membaca berita yang disiarkan beberapa media online ketika diwawancarai awak media ini di Desa Lermatang Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku pada Jumat 3/7/2026.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan

Berita Terkait
Terkini