Buka Simposium Kanker 2026, Gubernur Mahyeldi Dorong Gerakan Deteksi Dini Kanker Jadi Program Bersama

Buka Simposium Kanker 2026, Gubernur Mahyeldi Dorong Gerakan Deteksi Dini Kanker Jadi Program Bersama
Buka Simposium Kanker 2026, Gubernur Mahyeldi Dorong Gerakan Deteksi Dini Kanker Jadi Program Bersama

“Saya mendapat laporan capaiannya baru sekitar 38 persen. Artinya masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan layanan tersebut. Kita harus mencari penyebabnya dan bersama-sama mempercepat pelaksanaannya,” katanya.

Untuk mendukung percepatan itu, Mahyeldi mendorong optimalisasi seluruh potensi daerah, termasuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dukungan Baznas sebagai pelengkap pembiayaan di luar APBD dan pemerintah pusat.

“Kita harus membangun kolaborasi. Perusahaan dapat berkontribusi melalui CSR, Baznas juga bisa disinergikan. Yang kita kejar adalah percepatan agar masyarakat memperoleh layanan deteksi dini sedini mungkin,” tegasnya.

Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa Sumbar saat ini didukung 78 rumah sakit, sekitar 250 puskesmas, lebih dari 9.000 tenaga perawat, serta 1.035 dokter. Menurutnya, potensi tersebut harus dioptimalkan untuk memperluas cakupan layanan skrining kanker di seluruh daerah.

Selain itu, ia meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar menyiapkan langkah-langkah penguatan regulasi guna mendukung gerakan deteksi dini kanker, mulai dari penerbitan surat edaran hingga penyusunan kebijakan yang lebih kuat apabila diperlukan.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini