Mohammad Hasnin menilai ukuran keberhasilan APBN tidak boleh berhenti pada besarnya anggaran maupun tingkat realisasi belanja.
Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah setiap rupiah uang negara menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.
“APBN jangan hanya dilihat dari berapa besar anggarannya dan berapa persen yang terserap. Yang lebih penting adalah output dan outcome-nya. Apa dampaknya terhadap masyarakat?” ujar Hasnin.
Ia mendorong Menteri Keuangan baru memperketat evaluasi belanja negara, terutama terhadap program yang memiliki anggaran besar tetapi dampak ekonominya belum optimal.Kedua: Penerimaan Negara Jangan Terus Menjadi Persoalan
Editor : RedakturSumber : Team