Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama untuk tidak membiarkan persoalan pribadi maupun perbedaan pandangan berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketenteraman masyarakat.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho mengatakan, perdamaian tidak berarti mengabaikan persoalan, tetapi menunjukkan kedewasaan dalam menyelesaikan setiap perbedaan melalui komunikasi dan musyawarah.
“Kita duduk bersama bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Kita ingin mencari jalan terbaik agar kesalahpahaman yang ada tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Yang harus kita jaga adalah persaudaraan dan keamanan Kota Bitung.”
Kapolres mengapresiasi kebesaran hati seluruh pihak yang bersedia membuka diri untuk berdialog dan saling memaafkan.“Saya sangat mengapresiasi kebesaran hati semua pihak. Hari ini kita menunjukkan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan dengan komunikasi, dengan kepala dingin dan dengan hati yang terbuka. Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk kembali memperkuat persaudaraan.”
Editor : RedakturSumber : Team