Menenun Jejak Melayu & Legenda Putri Tujuh, Batik Dumai Jadi Ikon Kebanggaan Daerah

Menenun Jejak Melayu & Legenda Putri Tujuh, Batik Dumai Jadi Ikon Kebanggaan Daerah
Menenun Jejak Melayu & Legenda Putri Tujuh, Batik Dumai Jadi Ikon Kebanggaan Daerah

Melihat antusiasme pasar yang kian melonjak, para perajin tidak cepat berpuas diri. Kreativitas terus dikembangkan melalui diversifikasi produk. Batik Dumai tak lagi hanya dipasarkan dalam bentuk lembaran kain, melainkan diolah menjadi busana siap pakai (ready-to-wear), tote bag, alas meja, hingga suvenir unik yang bernilai ekonomi tinggi. Diversifikasi ini terbukti membuka peluang pasar yang jauh lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga para perajin.

Keberhasilan perajin lokal Dumai untuk bangkit dan mandiri ini tak lepas dari proses belajar yang berkelanjutan. Pada rentang tanggal 8 hingga 12 September 2026, para perajin kembali mengikuti pelatihan bertajuk "Membatik Lanjutan". Dalam program ini, para batikers mendapatkan pendalaman materi intensif mengenai teknik pewarnaan lanjutan serta eksplorasi teknik variasi tambahan guna memperkaya kualitas visual produk.

“Batik Dumai di usia remaja ini saya rasa hal yang tidak bisa dilepaskan dari orang tuanya yaitu PT Pertamina Hulu Rokan. Harapannya kegiatan hari ini bukan menjadi langkah akhir, tapi merupakan langkah awal bagaimana nanti Batik Dumai kedepannya bisa lebih berkembang lagi,” ungkap Leni Rahmaini.

Pelatihan lanjutan yang menghadirkan instruktur profesional dari Yogyakarta ini merupakan bagian dari alur pendampingan berkesinambungan yang disokong penuh oleh program Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Sejak dimulainya pembentukan galeri pada 2024, dilanjutkan dengan penguatan sarana dan prasarana produksi pada 2025, hingga pelatihan teknik lanjutan di tahun 2026, kemitraan strategis ini memosisikan PHR sebagai sahabat pendukung yang hadir memperkuat kapasitas dan kemandirian warga dari belakang layar.

Sinergi antara kegigihan warga, dorongan Pemerintah Kota Dumai, dan dukungan berkelanjutan dari PHR bahwa komitmen terhadap pelestarian budaya lokal mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara nyata.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini