Kuat diduga pengawas yang sering di sapa WAK JUL GONDUD Memberikan izin ke pegawai nya untuk melayani pelangsir di (SPBU) 14212290 aek Ledong

Kuat diduga pengawas yang sering di sapa WAK JUL GONDUD Memberikan izin ke pegawai nya untuk melayani pelangsir di (SPBU) 14212290 aek Ledong
Kuat diduga pengawas yang sering di sapa WAK JUL GONDUD Memberikan izin ke pegawai nya untuk melayani pelangsir di (SPBU) 14212290 aek Ledong

InvestigasiMabes.com | Asahan — Praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah hukum Polres Asahan kembali mencuat ke permukaan. Modus operandi sindikat mafia solar kini semakin terorganisir dengan memanfaatkan kendaraan modifikasi, pelat nomor palsu, hingga penggunaan barcode ganda untuk mengelabui sistem digital di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Sorotan tajam kini diarahkan kepada (SPBU) 14.212.290,yang berlokasi di Ledong Bar., Kec. Aek Ledong, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara kode pos (21273). Pengawas (SPBU) berinisial WAK JUL GONDUD diduga kuat melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal yang dilakukan oleh para pegawainya dalam melayani mobil pelangsir sindikat mafia solar subsidi.

Temuan Lapangan: Modus Pelat Palsu dan Barcode Siluman

Berdasarkan hasil investigasi tim awak media pada Kamis (22/10/2026), sebuah mobil kijang bernomor polisi BK 9151 ZG (diduga menggunakan pelat palsu) tertangkap basah tengah mengisi solar subsidi secara tidak wajar di (SPBU) 14.212.290. Sopir kijang berinisial ‘A’ di lokasi kejadian secara blak-blakan mengakui bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian dari jaringan sindikat milik seorang pria berinisial ‘B’

“Kami sudah sering mengisi di sini. Kami menggunakan nomor pelat polisi palsu dan berbagai barcode palsu untuk mengelabui sistem digital (SPBU) 14.212.290,” ungkap sopir kijang tersebut. Ia mengaku bertugas sebagai kurir dengan upah Rp200.000 per ton solar yang berhasil dikumpulkan.

Sindikat ini menggunakan mobil kijang yang telah dimodifikasi secara khusus dengan tangki penampung (kempu) berkapasitas besar serta alat sedot internal. Modus “kencing” solar ini dilakukan berulang kali dalam sehari dengan mengganti identitas kendaraan guna menghindari deteksi dari sistem PT Pertamina.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini