Tanggapan Terbuka: "LONDO IRENG" Itu Julukan yang tidak Adil untuk Wartawan, Pengamat dan LSM

Foto Agung Riano, S.AP

Dulu, "Londo Ireng" artinya adalah orang pribumi yang jadi kaki tangan penjajah Belanda. Tugasnya memuluskan jalan penjajah dengan cara menindas bangsanya sendiri demi upah dari penjajah.

Kalau hari ini istilah itu dipakai untuk wartawan, pengamat, dan LSM, artinya ada indikasi Presiden seperti menuduh kami: "Kalian kerja untuk asing, lalu menyakiti bangsa sendiri."

Tuduhan ini berat. Karena itu harus dijawab dengan fakta, bukan emosi.

*2. SIAPA YANG GAJI WARTAWAN? SIAPA YANG BAYAR LSM?*

Pertanyaan "yang gaji siapa" itu wajar. Rakyat berhak tahu. Kami jawab terbuka:

Bagikan

Opini lainnya
Terkini