Universitas Republik Indonesia (URI): Karpet Merah Elite Politik atau Jawaban atas Kebutuhan Publik?

Foto Agung Riano, S.AP

Pemerintah secara terbuka menyatakan bahwa lulusan URI diproyeksikan untuk langsung menduduki jabatan-jabatan strategis, baik sebagai pimpinan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun di jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, URI lahir dari keinginan pemerintah untuk memiliki sistem pembinaan pemimpin yang terstruktur, berkelanjutan, dan berfokus pada administrasi pemerintahan, etika, serta wawasan kebangsaan.

Dari kacamata politik, langkah ini dinilai terinspirasi oleh École nationale d'administration (ENA) di Perancis—yang kini bertransformasi menjadi Institut national du service public (INSP).

Lembaga tersebut memang tersohor sebagai "kawah candradimuka" para elite Perancis, melahirkan tokoh seperti François Hollande hingga Jacques Chirac. Sayangnya, model ENA juga kerap dikritik karena melahirkan budaya elitisme birokrasi yang berjarak dengan rakyat biasa.

Di sinilah letak kekhawatiran publik: URI berpotensi menjadi karpet merah jalur khusus bagi kelompok tertentu untuk menguasai posisi-posisi kunci di negara ini.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini