Akibat Insiden Off-road Kebun IX Salah Satu Korban Mengalami Bocor Paru-Paru

Akibat Insiden Off-road Kebun IX Salah Satu Korban Mengalami Bocor Paru-Paru
Akibat Insiden Off-road Kebun IX Salah Satu Korban Mengalami Bocor Paru-Paru

 Bahwa saat ini pihak Satreskrim dan Satlantas Polres Muaro Jambi melaksanakan penyidikan terkait kecelakaan tersebut dengan langkah-langkah melakukan Police Line dan mengambil keterangan saksi. Terkait adanya kesalahan SOP dalam penyelenggaraan Event Indonesia Off-Road Federation (IOF) EXPO JAMBI belum dapat disampaikan karena masih tahap penyidikan pihak Polres Muaro Jambi.

 Juga menurut keterangan Babinsa 415-06/Pijoan Serda Dian Susanto" selama dua hari kegiatan Event Indonesia Off-Road Federation (IOF) EXPO JAMBI saya selaku Babinsa memonitoring kegiatan, yang mana selama kegiatan berlangsung kurangnya pengamanan dari pihak panitia penyelenggara, baik itu koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Koramil 415-06/Pijoan.

 Saat terjadinya kecelakaan kendaraan dari salah satu peserta yang menyebabkan 16 orang korban mengalami luka-luka, dalam penanganan evakuasi oleh pihak panitia terkesan kurang siap, hal ini dikarenakan kurangnnya tenaga medis dan kendaraan ambulance untuk mengevakuasi para korban.

 Dan selaku Babinsa di Desa Kebon IX Kec. Sungai Gelam saya tidak mendapat pemberitahuan dari pihak panitia terkait rencana penyelenggaraan Event Indonesia Off-Road Federation (IOF) EXPO JAMBI tersebut dan saya mengetahui adanya event tersebut dari Kades Kebon IX melalui via Whatsapp. Kapasitas saya hadir di event tersebut adalah monitoring karena ada Event Indonesia Off-Road Federation (IOF) EXPO JAMBI di desa binaan.

 Mengenai jumlah korban luka-luka berjumlah 16 orang pada saat Event Indonesia Off-Road Federation (IOF) EXPO JAMBI

 Mengenai keterangan korban yang menjalani perawatan di RS. Siloam untuk biaya ditanggung penuh oleh pihak panitia Indonesia Off-Road Federation (IOF) EXPO JAMBI.

Adanya kelalaian pihak panitia dalam penempatan petugas pengamanan lintasan Off Road yang berpotensi rawan adanya pengumpulan masa penonton dan kurangnya ketegasan dari pihak panitia event untuk menghimbau dan melarang penonton yang berada di jalur lintasan off road. 

Kelalaian dari pihak panitia untuk memberlakukan jarak efektif para penonton dari jalur lintasan yang seharusnya para penonton ditempatkan di titik start dan finish guna menghindari terjadinya kerawanan selama acara berlangsung. 

Ditemukan adanya ketidaksiapan dari pihak panitia untuk menyiapkan tenaga medis dan kendaraan evakuasi (ambulance) guna antisipasi terjadi kecelakaan pada saat acara berlangsung, berdasarkan hasil monitor dilapangan bahwa untuk tenaga medis yang ada berjumlah 6 orang dari Puskesmas Desa Kebun IX dan hanya disediakan 1 (satu) kendaraan ambulance dari pihak panitia, sehingga dalam evakuasi korban tidak maksimal" .(Tim)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini