Sehubungan dengan fakta diatas, maka suka tak suka, mampu tak mampu masyarakat kecil di Tanimbar dihadapkan pada dua kemungkinan praktis : Pertama, silahkan menunggu hingga akhir bulan untuk bisa membeli beras Bulog. Kedua, memaksakan diri membeli beras 5 kg di toko/pasar dengan kisaran harga mulai dari Rp 16.000 - Rp 18.000/kg hingga akhir bulan.
Apakah penundaan sementara distribusi beras oleh pihak Bulog Saumlaki sebagaimana diinformasikan oleh Ronal Tahilatu tersebut tidak semakin memperparah kondisi masyarakat kecil di Kabupaten Kepulauan Tanimbar? Bukankah masyarakat daerah ini telah menderita karena krisis multidimensi "domestik" (khusus di Tanimbar) beberapa tahun terakhir?(Red-HY)
Editor : Investigasi Mabes