Di samping itu, sejumlah besar gen yang berhubungan dengan proses bernyanyi ini ternyata menjadi objek ikatan NOVA1, hal ini kemudian mengindikasikan peran NOVA1 dalam fenomena bernyanyi," jelas Yoko Tajima, sang penulis utama studi dan mahasiswa pascasarjananya di laboratorium Darnell. "Saat menyadarinya, kami merasa begitu heran. Kamilah tak menduga demikian. Ini merupakan salah satu saat yang amat mencengangkan dalam dunia ilmu.
Lebih mencengangkan lagi, kerabat dekat manusia, yaitu Neanderthal dan Denisova, tidak mempunyai varian genetik yang sama dengan kita. Mereka hanya memiliki protein NOVA1 serupa dengan pada hewani.
"Dengan menggunakan data kami, dapat disimpulkan bahwa spesies nenek moyang manusia modern di benua Afrika telah membentuk variasi genetik I197V, yang akhirnya mendominasi, mungkin dikarenakan manfaat dalam hal komunikasi suara. Setelah itu, kelompok tersebut berpindah dari wilayah Afrika menuju penjuru dunia," jelas Darnell.
Apakah hal ini menunjukkan bahwa kerabat hominin kita yang sudah tiada itu kurang dilengkapi secara genetis untuk berkomunikasi dengan fasih seperti manusia modern? Homo sapiens Jadi, apakah ini mungkin manfaat utama yang membantu spesies kita bertahan dan berkembang sementara spesies lain mengalami kepunahan?
Studi terbaru di jurnal Nature Communications Ini sepertinya mengindikasikan begitu, walaupun tanpa raga pasti terdapat berbagai aspek lain yang mendukung cerita tersebut.
Editor : Investigasi Mabes