Satria menyampaikan juga adanya tiga korban lain yang diduga dicabuli oleh dokter dan di rumah sakit yang sama pada waktu tahun kejadian yang berbeda.
Hari ini, kita menerima laporan bahwa terdapat sebanyak 4 kasus kekerasan seksual (KS), yang melibatkan juga salah satu klien kami. Diantara mereka, tiga korban lainnya adalah speak up "(buka suara) lewat klien kami via akun media sosial," ujar Satria.
Menurut pernyataan dari kliennya, Satria mengungkapkan bahwa ada tiga korban yang dituduhkan sebagai pelecehan seksual dilakukan oleh seorang dokter yang sama. Lokasinya adalah di sebuah rumah sakit yang identik, hanya berbeda pada hari, tanggal, dan waktu terjadanya.
Kami tak dapat menyebutkan identitas ketiganya. Namun, cara mereka hampir serupa, yakni para korbannya dimintai untuk menuliskan nomor telepon, kemudian dihubungi oleh pihak yang diduga sebagai dokter tersebut sampai terjadi sesuatu. chat secara intens seperti ngajak nonton bareng , flirting (menggoda), chat-chat spam begitulah,” kata Satria.
Kepada Tempo , Satria menyebut ada dua korban pencabulan Merupakan seorang siswa kedokteran. Yang lainnya adalah mantan pasien. Dari kelompok tersebut, salah satu individunya berkeinginan untuk bertemu dengan Satria dan teman-temannya. Dia bersedia secara aktif mendukung para korban yang ada di sana.
Insiden itu menjadi terkenal setelah penderita membagikan kisahnya selama perawatan di Rumah Sakit Persada pada tanggal 26-27 September 2022 lewat akun Instagram-nya pada Selasa malam, 15 April 2023.
Akhirnya, dokter AYP dimutasi sementara oleh pengelola Rumah Sakit Persada dikarenakan diduga melanggar kode etik dan disiplin profesional dengan serius. Dia dilarang bertindak sebagai dokter di area Rumah Sakit Persada hingga penyelidikan internal lengkap diselesaikan oleh Subkomite Etika dan Disiplin Profesi Rumah Sakit Persada serta setelah penyelesaian kasus dalam tangan polisi.
Apabila dokter AYP ternyata juga melaksanakan tindak pidana kekerasan seksual atau TPKS, maka pihak manajemen Rumah Sakit Persada akan memecat dokter AYP dengan cara yang tak menyenangkan.
Editor : Investigasi Mabes