Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Meski demikian, pendekatan humanis tetap dikedepankan agar situasi tidak semakin memanas.
“Begitu mendapat informasi kejadian itu, kami langsung bertindak cepat untuk menetralisir keadaan. Prinsip kami jelas, mengamankan pelaku sekaligus menenangkan massa agar tidak bertindak anarkis. Polisi harus tegas menjaga ketertiban, tapi tetap humanis melalui dialog dan imbauan,” tegas Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta menyerahkan penanganan masalah sepenuhnya kepada aparat.
“Kami memahami emosi masyarakat, namun jangan sampai tersulut provokasi. Setiap persoalan ada jalur hukum yang bisa ditempuh. Mari bersama-sama menjaga keamanan Pati agar tetap damai,” tambahnya.Dari hasil pemeriksaan, polisi mencatat bahwa keributan dipicu oleh tindakan Husain yang datang dalam kondisi dipengaruhi alkohol. Situasi kian sensitif lantaran Husain sebelumnya dikenal sebagai tokoh AMPB, namun kini dianggap sebagai “pengkhianat” pasca-aksi 13 Agustus 2025. Posisi ini membuat dirinya rawan menjadi sasaran amukan massa.
Editor : RedakturSumber : Team