Acara presentasi rencana karier tersebut tidaklah berdiri sendiri. Sebelumnya sudah didahului dengan beberapa program terpadu lainnya. Di antaranya siswa mengikuti tes RMIB (Rothwell-Miller Interest Blank) untuk mengukur kecenderungan minatnya terhadap berbagai bidang pekerjaan dan profesi.
Pihak sekolah (guru wali) memantau nilai siswa dan kegiatan yang diminati, serta intensif berkomunikasi dengan orang tua siswa untuk melakukan pengawalan bersama. Siswa juga didorong untuk mengumpulkan portofolio dengan mengikuti lomba atau aktivitas yang dapat mendukung tercapainya karier yang diincar.
Psikolog sekolah SAIM Ust. Meutia Mega Syaputri, S.Psi, M.Psi menjelaskan bahwa SMA SAIM memiliki program magang, satu bulan lamanya. Ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk magang kerja, guna merasakan suasana kerja di bidang yang diminati.
Program Bravery Survival (BS) mendaki gunung hingga berpetualang backpacker ke luar negeri juga dirancang dalam rangka membangun daya juang, ketangguhan mengejar cita, dan menambah wawasan. Demikian juga program entrepreneurship dibuat untuk membangun jiwa wirausaha dan jeli menangkap peluang di tengah kehidupan yang makin kompetitif.(Redho)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim