Dengan perahu kayu sederhana, mereka menjemput sang ibu hamil dan berusaha menembus arus banjir dalam gelapnya malam.
Namun sebelum mencapai tepian sungai — hanya berjarak sekitar 30 meter lagi dari lokasi, tepat di depan pemakaman umum — keajaiban terjadi. Di atas perahu kecil itu, dalam kondisi darurat dan minim cahaya, sang bayi lahir dengan selamat.
Di tengah dinginnya malam dan suara deras air, seluruh tim tak kuasa menahan haru melihat ibu dan bayinya selamat. Perahu kecil itu menjadi saksi perjuangan, keberanian, dan kuasa Allah yang Maha Penolong.
Usai persalinan darurat, sang ibu dibawa ke sebuah rangkang untuk proses penjahitan oleh bidan sebelum akhirnya dievakuasi kembali ke lokasi pengungsian.Lokasi & Waktu: Lueng Baro Lapang.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim