“Inovasi sistem ini lahir karena kita menghadapi persoalan pengelolaan aset yang tidak mungkin diselesaikan secara manual. Sistem ini harus dijalankan sampai tuntas dan dievaluasi, bukan hanya berhenti pada gagasan,” tegasnya.
Fahrudin juga mendorong seluruh OPD untuk berani melahirkan inovasi serupa ketika menghadapi kendala dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Ia menekankan bahwa setiap inovasi harus dituangkan dalam rencana kerja yang jelas, memiliki indikator kinerja yang terukur, serta menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan diterapkannya sistem digital seperti SIPASMAREM, Fahrudin berharap pengelolaan aset daerah menjadi lebih transparan, mudah diawasi, serta meminimalkan praktik dispensasi yang tidak sesuai ketentuan.
“Ketika sudah berbasis sistem, semuanya bisa terbaca dan diawasi. Ini menjadi alat kontrol yang baik dalam pengelolaan aset dan keuangan daerah,” pungkasnya./sbr/syfdn
Editor : RedakturSumber : Team