Memberikan Pertolongan, saling membantu, saling peduli.
Orang yang mengamalkan kalimat “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami Kembali” tentu memiliki jiwa yang sabar, kemudian suka tolong menolong.
Kenapa sabar dan suka menolong? Karena baginya, segala sesuatu berasal dari satu atau Esa, kemudian melahirkan hal yang menjadi banyak untuk sebagai ujian bagi dirinya atau orang lain, hal yang banyak itu dinamaknya dengan alam semesta.
“Saya meyakini orang Islam dengan keimanan tinggi menyadari bahwa Sifat dan Perbuatan yang membentuk alam semesta ini dilakukan oleh Dzat yang Tunggal atau Esa, yang kemudian keberadaan alam semesta tersebut melahirkan sifat baru yang dapat dipelajari seperti seperti air dengan sifat dan kandunganya, api dengan sifat dan kandunganya , angin dengan sifat dan kandunganya, bumi atau tanah dengan sifat dan kandunganya, yang kemudian unsur-unsur tersebut dengan sifat dan kandungan masing-masing menjadi bahan yang membentuk tubuh dan menggerakkan fikiran manusia manusia secara rahasia dan unik, sehingga manusia dapat berkembang, berfikir, bergerak, berupaya atau berusaha dalam mempertahankan kehidupanya didunia ini.
Adapun upaya atau usaha mempertahankan kehidupan di dunia dalam Islam dinamakan Ikhtiar.
Dorongan ikhtiar ini melahirkan tenaga, kesanggupan, strategi atau cara, muaranya berupa harta dan benda” Ungkap Pimpinan Yayasan tersebut.Bagi orang beriman, tenaga, kesanggupan, kejeniusan adalah merupakan pemberian Tuhan melalui kejadian sebagaimana diatas, sehingga ia hanya akan menggunakan pemberian tersebut untuk kebaikan dan kemaslahatan, seperti kewajiban bertahan hidup layak, tolong menolong, tentu saja tolong menolong dimaksud dengan ukuran-ukuran tertentu, sesuai kapasitan, kesanggupan dan kemampuan, tidak sampai membuat diri sendiri binasa” Ungkap Pimpinan Yayasan tersebut.
Ada beberapa Hadits Nabi Muhammad SAW terkait tolong menolong atau kepedulian :
Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim