InvestigasiMabes.com | Bengkalis - Jaringan lalu lintas ekonomi lintas batas yang bergerak di wilayah perbatasan laut Selat Malaka kini menjadi fokus perhatian penegakan hukum dan sorotan publik secara luas. Berdasarkan data investigasi maritim terpadu beserta serangkaian barang bukti foto fisik berkas manifes internasional yang berhasil dihimpun dari lapangan, ditemukan indikasi kuat mengenai adanya praktik penyelundupan administratif dan fisik (physical and administrative smuggling) komoditas campuran (mixed cargo) dalam skala besar di wilayah perairan Pulau Bengkalis, Riau. Pergerakan logistik yang membawa ratusan ton barang asal luar negeri tersebut diduga digerakkan secara terorganisasi oleh tiga korporasi lokal serta melibatkan peran dua aktor swasta sebagai penggerak utama di balik layar.
Modus operandi yang diterapkan di lapangan berjalan secara terstruktur memanfaatkan celah pengawasan kepabeanan maritim dengan taktik pemalsuan volume atau kuantitas barang. Dokumen bukti fisik otentik lembar Federal of Malaysia Custom No. 5 Outward Manifest yang diterbitkan di Batu Pahat, Johor, Malaysia dengan nomor keagenan Syarikat Amin Agency menunjukkan manifestasi resmi tertanggal 15 Oktober 2020 untuk nama bahtera KLM Bintang Jaya 1. Namun, temuan berkas dokumen yang difoto langsung menggunakan perangkat OPPO A3x di Kabupaten Bengkalis membongkar coretan nota khusus dari tim intelijen siber yang menegaskan fakta krusial di mana isi dokumen tersebut disinyalir hanya mencantumkan sekitar lima belas persen dari muatan penuh yang sesungguhnya berada di dalam lambung kapal kargo mixed sembako yang diangkut dari Malaysia tersebut.
Siasat taktis pemangkasan pencatatan administratif ini sengaja dilakukan untuk mengelabui mata petugas pemeriksaan Bea dan Cukai, baik saat operasi patroli di perairan laut maupun ketika proses bongkar muat logistik menyentuh daratan wilayah Riau. Guna menghindari sistem pengawasan manifes otomatis digital (Customs-Automation System) yang berada di bawah otoritas pelabuhan resmi internasional Bandar Sri Setia Raja Selat Baru, kapal-kapal pengangkut jumbo tersebut memilih merapat secara sembunyi-sembunyi di dermaga kayu tradisional atau kawasan pelabuhan rakyat luar pabean, seperti Pelabuhan Camat dan Pelabuhan Perikanan di Jalan Yos Sudarso yang dikategorikan sebagai jalur tikus di pesisir Pulau Bengkalis. Seluruh barang pasokan dari agen pelayaran lintas batas Syarikat Amin Agency yang beralamat di Gerai Satey, Jalan Shahibandar, Batu Pahat, Johor tersebut tercatat memiliki tujuan konsinyasi akhir di darat kepada perusahaan lokal bernama CV Candra Jaya Mandiri atau yang terlacak terafiliasi dengan CV Graha Jaya Mandiri.
Pelacakan rekam digital lapangan mengidentifikasi keberadaan empat armada Kapal Layar Motor (KLM) raksasa dengan kapasitas angkut berkisar antara 400 hingga 600 ton yang rutin beroperasi membelah perairan Selat Malaka, di mana di antaranya meliputi KLM Rita 10, KLM Bintang Jaya 88, KLM Maju Jaya 99, dan KLM Robin. Dari sektor manajemen logistik kelautan, operasional pengangkutan komoditas campuran lintas negara ini dikelola di bawah bendera dua perusahaan pelayaran pabean lokal, yakni PT Duta Sukses Bahari dan PT Duta Lintas Bahari. Pergerakan armada-armada laut ini bermuara pada peran dua aktor utama perorangan swasta, yaitu Aguan sebagai pengusaha lokal sekaligus pemilik modal utama dari CV Graha Jaya Mandiri yang memegang kontrol atas penyediaan instrumen pendanaan serta pengadaan ruko gudang di darat, dan Masuri, S.H. alias Bagong selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau yang bertindak sebagai agen pelayaran taktis sekaligus direktur utama operasional maritim PT Duta Sukses Bahari dan PT Duta Lintas Bahari.Proses pembongkaran kargo dari lambung kapal di pelabuhan tikus langsung dieksekusi secara maraton dengan memindahkannya ke dalam armada truk serta kendaraan pikap lokal menuju jaringan ruko penampungan rahasia serta gudang tertutup di kawasan Jalan Diponegoro Kelurahan Damon, Jalan Kelapapati Tengah, Jalan Antara Rimba Sekampung Wonosari, Jalan Pattimura Bengkalis Kota, Jalan Wonosari Tengah, hingga ke wilayah Jalan Kelapapati Laut. Berdasarkan lembar manifest pabean internasional yang berhasil diverifikasi, muatan komersial gelap yang lolos dari pemajakan pabean dalam negeri tersebut mencakup 25 item komoditas lintas sektoral yang sangat masif.
Editor : RedakturSumber : Team