InvestigasiMabes.com | Banyuwangi – Pelayanan air bersih di Dusun Kopencungking, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, menuai keluhan warga. Seorang bapak rumah tangga mengaku sudah dua hari dua malam tidak mendapatkan aliran air dari keran rumahnya. Ironisnya, keluarga tersebut memiliki bayi yang baru berusia satu bulan dan membutuhkan perhatian ekstra dalam menjaga kebersihan serta perawatan sehari-hari.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pelayanan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) kepada masyarakat. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak seharusnya terabaikan, terlebih bagi keluarga dengan bayi yang masih sangat rentan.
Keluhan tersebut bukan sekadar persoalan keran yang tidak mengalir. Ketika pasokan air terhenti selama berhari-hari, warga harus menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari membersihkan perlengkapan bayi hingga menjaga sanitasi lingkungan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kampunganyar, Suwandi, mengakui bahwa pelayanan HIPAM belum berjalan maksimal. Ia juga menyebut adanya penurunan debit air.
“Pelayanan HIPAM kurang maksimal dan debit air menurun,” demikian pernyataan Suwandi saat dikonfirmasi.Pernyataan tersebut menjadi catatan penting bagi pengelola HIPAM untuk segera menjelaskan persoalan yang terjadi. Penurunan debit air memang dapat memengaruhi distribusi, tetapi masyarakat tetap membutuhkan penjelasan yang lebih terperinci mengenai penyebabnya, wilayah yang terdampak, serta langkah penanganan yang sedang dilakukan.
Jika debit air menurun, apa penyebab utamanya? Apakah sumber air mengalami penurunan, terdapat kendala pada jaringan distribusi, atau kapasitas pengelolaan yang belum mampu memenuhi kebutuhan warga?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab secara terbuka agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Editor : RedakturSumber : Team