InvestigasiMabes.com | Dumai, 16 Oktober 2026 - Ada perasaan getir yang sempat mengendap di benak warga Kota Dumai. Sebagai wilayah yang berdiri di atas tanah kaya peradaban Melayu serta kental dengan ingatan kolektif legenda Putri Tujuh, Dumai sempat menghadapi tantangan tersendiri. Kota bersejarah di pesisir Provinsi Riau ini sebelumnya belum memiliki wastra khas yang menjadi identitas budaya daerah.
Perasaan cemas itu memuncak saat Hj. Leni Rahmaini, SKM, menghadiri sebuah pertemuan lintas wilayah di Pekanbaru beberapa tahun silam. Riuh perwakilan kabupaten dan kota lain di Riau dengan penuh percaya diri memamerkan keindahan corak batik khas masing – masing daerah, Dumai hanya menjadi penonton. Ada rasa minder, canggung, sekaligus dorongan kuat dalam dada untuk mengubah keadaan. Kenapa Dumai yang kaya akan legenda tak mampu memiliki identitas wastranya sendiri?
Ogah membiarkan rasa gundah itu berlarut, Leni yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Dumai mengambil inisiatif berani. Dengan tekad dan kepedulian mendalam untuk mengangkat martabat daerah, beliau mulai menggalang potensi masyarakat setempat. Di sebuah sudut Jalan Putri Tujuh, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, benih perubahan itu ditanam pada tahun 2024. Melalui wadah Galeri Batik Dumai, sebanyak 15 warga lokal yang didominasi para ibu rumah tangga dirangkul untuk memulai langkah pertama.
Langkah ini bukanlah perkara mudah. Sebagian besar warga yang bergabung awalnya tak pernah memegang canting, apalagi memahami seluk-beluk pelorotan lilin dan penguncian warna pada kain. Namun, modal utama mereka adalah semangat untuk belajar dan tekad membuktikan bahwa Dumai mampu melahirkan karya seni bernilai tinggi.“Saat melihat daerah lain bangga memamerkan batik mereka, ada dorongan kuat di hati saya bahwa Dumai tidak boleh tinggal diam. Kita punya sejarah dan legenda Putri Tujuh yang begitu indah. Saya percaya, jika ibu-ibu di sini diberi kesempatan dan pelatihan yang tepat, jemari mereka pasti mampu menari di atas kain untuk melahirkan karya hebat yang mengangkat martabat,” kenangnya.
Editor : RedakturSumber : Team