Selain produk olahan kayu, Mas Wiwit juga memperkenalkan potensi alam Kabupaten Jepara, salah satunya Kepulauan Karimunjawa. Kawasan tersebut memiliki keindahan taman laut tropis yang menyimpan potensi besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Mas Wiwit berharap kunjungan para duta besar ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Menurutnya, kolaborasi tidak semestinya hanya berfokus pada perdagangan dan investasi, tetapi juga perlu mencakup bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta pelestarian lingkungan.
“Tidak hanya perdagangan dan investasi, tetapi juga pendidikan, pertukaran pelajar, pengembangan sumber daya manusia, serta kesadaran lingkungan,” ujarnya.
Dalam acara penyambutan tersebut, para duta besar beserta rombongan dan pemangku kepentingan terkait disuguhi beragam pertunjukan seni dan budaya daerah. Penampilan tersebut meliputi Tari Gambyong, Tari Rondhek, paduan suara dari SMAN 1 Jepara (Smansara), serta pertunjukan musik.Malam penyambutan di Pendapa R.A. Kartini ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan The Diplomatic Forum Jepara 2026. Selama kegiatan berlangsung hingga Kamis (5/11/2026), para duta besar dan delegasi dijadwalkan meninjau berbagai potensi Kabupaten Jepara.
Editor : RedakturSumber : Team