Dini menyebut hasil penjualan batik ciprat menjadi tabungan bagi penerima manfaat sebagai bekal ketika kembali ke keluarga. Mereka juga diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan untuk membangun usaha secara mandiri.
“Ketika teman-teman penerima manfaat kembali ke rumah, setidaknya mereka memiliki tabungan dan keterampilan yang bisa dikembangkan,” kata dia.
Meski demikian, pembinaan menghadapi tantangan menjaga konsistensi penerima manfaat dalam mengikuti kegiatan. Kondisi emosi dan kesiapan peserta dapat memengaruhi kelancaran produksi, sedangkan pengeringan yang mengandalkan sinar matahari membuat kegiatan biasanya berhenti sementara saat musim hujan.
“Kalau musim hujan biasanya kami berhenti sementara karena prosesnya benar-benar buatan tangan dan pengeringannya mengandalkan sinar matahari,” jelasnya.Salah seorang penerima manfaat, Andi (42) mengaku telah mengikuti kegiatan membatik ciprat sejak awal program. Ia menjalani proses tersebut dengan pendampingan petugas dan pembina di panti.
Editor : RedakturSumber : Team