“Jadi tentang bagaimana menyiapkan media yang kompetitif, inovatif, dan produktif sebagai sebuah industri. Proses adaptasi ini tentu membutuhkan kecepatan transformasi. Butuh capital dan modal bagaimana jejaring IT bisa memberi kekuatan teknologi media di Jatim,” jelasnya.
Gubernur Jatim pun memaparkan digitalisasi pemerintahan di Pemprov Jati seperti Jatim Bejo, Trans Jatim-Ajaib, Joss Gandos, dll. “Tidak hanya media massa yang harus beradaptasi dengan digitalisasi, sistem pemerintahan juga dan tentunya harus berdampak untuk masyarakat,” tegas Gubernur Khofifah.
Sebagai informasi, sebanyak lebih kurang 100 pemimpin media lokal di Jawa Timur akan berdiskusi bersama sekitar 100 stakeholder mulai dari pemerintahan, swasta, agensi iklan, lembaga donor, dll, dalam rangkaian acara yang terdiri dari conference (diskusi panel), workshop, talkshow, coaching clinic, hingga sesi networking. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari hingga besok Kamis (25/5/2023).
Diketahui Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari International Media Support (IMS). Turut hadir dalam acara ini antara lain CEO beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto; CEO suara.com, Suwarjono; Deputy Director of Democratic Resilience and Governance Office USAID Indonesia, Ellexis Gurrola. ( Red /Yanto) Editor : Investigasi Mabes