Salah Satu Program dan Terobosan Terbaru di SMP Negeri 3 Tulungagung

Foto Investigasi Mabes
Salah Satu Program dan Terobosan Terbaru di SMP Negeri 3 Tulungagung
Salah Satu Program dan Terobosan Terbaru di SMP Negeri 3 Tulungagung

Investigasimabes.com | Tulungagung - Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru berprestasi menjadi penunjang program pendidikan siswa-siswi untuk lebih baik, kreatif dan inovatif. Dalam mengenyam pendidikan selama 3 tahun.Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya

Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolahMendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah. Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

Hani Hendarto selaku Kepsek SMP Negeri 3 Tulungagung, salah satu sekolah favorit dan di minati oleh peserta didik.

Dalam program ini, ujian buat Kepsek sebagai tumpuan program sekolah serta mencari guru penggerak dalam berjalannya program tersebutTerkait program guru penggerak ini ada 5 guru, sedangkan pengajar praktek pelatih guru penggerak 2, dari Provinsi Jawa Timur sebagai ujung tombak Sumber Daya Manusia (SDM) dalam program ini.

"Saya sebagai Kepala Sekolah sangat bangga, SMP Negeri 3 Tulungagung terpilih menjadi sekolah negeri pertama di Tulungagung sebagai sekolah penggerak," ungkapnya.Kepsek berpesan kepada Nurul selaku Waka Kurikulum serta Anita dan 3 guru lainnya, wajib mengikuti kurikulum merdeka tahun ini kelas VII sampai kelas VIII.

Untuk melaksanakan program pemerintah terkait profil pelajar Pancasila sesuai dengan program pemerintah di mana di setiap kota harus ada sekolah penggerak di dalam sekolah."Pelajar yang memiliki Profil Pancasila memiliki keutuhan 6 dimensi yang membentuk profil tersebut, 6 dimensi ini adalah: 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2) Mandiri, 3) Bergotong-royong, 4) Berkebinekaan global, 5) Bernalar kritis, dan 6) Kreatif,"jelasnya.

"Kurikulum yang ini berbasis metode pembelajaran sesuai keinginan siswa agar nyaman dan mudah di mengerti dalan proses pengajaran keinginan saya siswa menjadi berkarakter, berbudi luhur dan berakhlak," tambahnya.Dapat dikatakan pula bahwa, Potensi diri, Pemberdayaan diri, Peningkatan diri, Pemahaman diri, dan Peran sosial (P5) Kurikulum Merdeka adalah sistem pembelajaran yang bertujuan untuk mengamati dan menyelesaikan permasalahan di sekitar.(Ft2)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini