InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Pranoto (66), seorang pasien rawat jalan di Rumah Sakit Graha Medika Banyuwangi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. Pranoto, yang tengah menjalani pengobatan rutin di poli penyakit dalam, sudah datang sejak pukul 08.00 WIB setelah melakukan pendaftaran online sehari sebelumnya dengan nomor antrian 13. Namun, pengalaman yang dialaminya sungguh jauh dari harapan.
Setibanya di rumah sakit, Pranoto melakukan pendaftaran ulang di resepsionis, yang tampak ramai dengan petugas muda. Dengan tubuh yang masih lemah dan batuk, ia duduk menunggu panggilan di ruang tunggu. Tetapi, setelah sekian lama menunggu, panggilannya tak kunjung terdengar. Keheranannya bertambah ketika ia bertanya kepada pasien lain yang keluar dari ruang dokter, "Bapak nomor urut berapa?" Pasien itu menjawab, "20, Pak." Terkejut, Pranoto bertanya lagi kepada pasien berikutnya yang keluar, "Bapak nomor berapa?" "60," jawab pasien tersebut.
Merasa ada yang tidak beres, Pranoto pun mendatangi resepsionis untuk menanyakan mengapa ia belum dilayani, meskipun nomor antriannya lebih awal. Jawaban dari resepsionis sungguh mengecewakan, "Sebentar, Pak, ada data Bapak yang hilang." Pranoto diminta menunggu lagi, tetapi setelah setengah jam berlalu, panggilan tetap tidak ada. Hingga tiga kali bertanya, Pranoto hanya menerima jawaban yang sama dari resepsionis, yang dengan sikap acuh menjawab tanpa menunjukkan rasa bersalah atau empati.
Penting untuk diingat bahwa rumah sakit adalah tempat yang harus memberikan kenyamanan dan kepastian bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakit. Jika pengawasan oleh Dinas Kesehatan longgar, maka kualitas pelayanan yang buruk ini akan terus berlanjut dan merugikan masyarakat, khususnya kalangan rakyat kecil yang tidak punya pilihan lain.
Masyarakat pantas mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi, bukan dibiarkan terlantar dan diperlakukan seperti ini. Sudah seharusnya Dinas Kesehatan turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan menindak tegas rumah sakit yang tidak memenuhi standar pelayanan. Jangan sampai persoalan seperti yang dialami Pranoto menjadi cerita biasa tanpa ada perbaikan nyata dari pihak terkait. Ini bukan hanya tentang satu pasien, tetapi tentang keselamatan dan hak seluruh masyarakat Banyuwangi. (Red)
Editor : Investigasi Mabes