InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Potret buram dunia pendidikan kembali terungkap. Kantor SDN 1 Kampunganyar yang berlokasi di Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, ambruk pada Rabu (15/5) usai diguyur hujan. Ironisnya, hujan yang turun tidak dalam intensitas tinggi. Namun, bangunan yang seharusnya menjadi pusat administrasi sekolah itu runtuh total tanpa peringatan. Beruntung tidak ada korban jiwa karena ruangan telah dikosongkan sejak Desember tahun lalu.
Menurut pengakuan salah satu guru, proses pengajuan rehabilitasi kantor sekolah ini sebenarnya telah disampaikan sejak musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) tahun lalu. Bahkan, kegiatan fisik semestinya telah dikerjakan pada tahun yang sama. Namun hingga kini, realisasi nihil. Penundaan yang terjadi berujung pada bencana.
“Kronologi ruang guru sudah dikosongkan sejak Desember tahun lalu. Pengajuan rehab sudah sejak Musrenbang tahun lalu dan harusnya sudah dikerjakan, tapi masih belum ada tindak lanjut. Kejadian ini terjadi setelah hujan, karena kuda-kuda bangunan sudah lepas dari tembok penyangga,” ujar nya saat dihubungi investigasiMabes.com, Kamis (16/5).
Bangunan yang runtuh akibat keroposnya struktur penyangga atap dan lemahnya pengawasan infrastruktur ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap sarana pendidikan di daerah pinggiran masih jauh dari harapan.
Padahal, kondisi bangunan telah lama mengkhawatirkan. Foto yang diperoleh redaksi menunjukkan puing-puing kayu, genteng, dan reruntuhan tembok berserakan menutupi lantai kantor. Pemandangan ini bukan hanya menyayat hati, tetapi sekaligus mempermalukan wajah pendidikan Banyuwangi yang selama ini diklaim sebagai salah satu daerah dengan inovasi pendidikan unggul di Jawa Timur.Ambruknya kantor SDN 1 Kampunganyar harus menjadi peringatan keras bagi Dinas Pendidikan dan Pemkab Banyuwangi untuk segera mengevaluasi total sistem perencanaan dan pengawasan infrastruktur pendidikan. Tidak cukup hanya datang setelah kejadian, lalu memberi janji perbaikan tanpa tindakan konkret.
Editor : Redaktur