“Ini sudah menjadi bagian dari resiko tugas kita di lapangan. Saya meminta agar para personel tetap semangat dalam bertugas. Jangan kapok untuk terus melayani masyarakat. Keluarganya juga saya harap dapat mendukung serta mendoakan agar ke depan terus memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik pada masyarakat,” ujar Waka Polda.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan apresiasi atas pengabdian anggota yang terluka dalam menjalankan tugas negara. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi.
“Luka yang dialami anggota tersebut adalah bukti nyata bahwa tugas kepolisian penuh dengan risiko. Namun, mereka tetap melaksanakannya dengan ikhlas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar menyampaikan pendapat dengan cara yang damai dan beradab, bukan dengan anarkis yang justru merugikan semua pihak,” ungkap Kabidhumas.
Ia juga menambahkan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kondusifitas wilayah. Menurutnya, dukungan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan Polri dalam menjaga harkamtibmas.“Menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat semakin dewasa dalam berdemokrasi, saling menghargai, dan selalu mengedepankan persaudaraan. Dengan begitu, Jawa Tengah akan tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. (Ari)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim