Salah satu teman dr. Syukri – seorang anggota TNI Angkatan Laut yang mengenakan pakaian biasa – turun untuk berkomunikasi dengan sopir pickup, namun malah mendapat sikap kasar. "'Kami pulo nan waang atur, kami di kampung kami!' teriak sopir dengan suara keras. Makkin dijelaskan, makin memanas!" ujar dr. Syukri mengingat kejadian.
Tak berhenti sampai disitu, seorang pria dari mobil belakang keluar dengan nada premanis dan membentak korban. Tak lama kemudian, satu orang lagi turun dan langsung memukuli anggota TNI tersebut. Akibatnya terjadi bentrokan 3 lawan 1, namun diketahui salah satu pelaku adalah sosok yang diduga sebagai "Toke Bawang" atau bos komoditi bawang di daerah tersebut dengan inisial "SM" yang diduga menyinyalir kekerasan tersebut!
KENAPA POLISI SOLOK TERKESAN MENUTUPI ATAU BIARKAN KASUS BERLARUT-LARUT?
Meski laporan sudah dibuat, surat rujukan medis untuk korban seperti Muhammad Ilham sudah dikeluarkan Polres Solok pada tanggal kejadian, dan bukti-bukti jelas ada, proses hukum tak kunjung berjalan. Apakah ada kekuasaan tertentu yang melindungi pelaku? Atau memang kinerja polisi di daerah ini sudah tidak bisa dipercaya untuk menangani kasus kriminal murni seperti ini?Masyarakat menuntut Polres Solok segera mengambil langkah tegas, menetapkan tersangka, dan menjalankan hukum dengan adil tanpa pandang bulu – terutama kepada sosok "Toke Bawang" yang diduga menjadi otak balik kekerasan tersebut!
Editor : RedakturSumber : Tim